Alasan Kenapa Orang Indonesia Jarang Berjalan Kaki Dibandingkan Dengan Orang Luar Negeri

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, sangat sedikit masyarakat Indonesia yang doyan berjalan kaki. Menurut pengamatan ane, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Cuaca Yang Panas
Dikarenakan Indonesia merupakan negara beriklim tropis, ini membuat cuaca di Indonesia cukup panas. Ini membuat banyak orang Indonesia ogah berlama-lama jalan di bawah terik matahari yang bikin gerah, terlebih lagi rata-rata orang Indonesia itu takut kulitnya hitam, sampe-sampe pas jamnya matahari lagi di ubun-ubun, nekat aja bawa motor pake jaket tebel.


Berbeda dengan cuaca di luar negeri seperti Jepang, Eropa, Amerika yang mempunyai cuaca lebih bersahabat dengan pejalan kaki . Lah, gimana gak bikin betah kalo jalan kaki udaranya sejuk angin sepoi-sepoi, daun gugur, atau bersalju. Kan syahdu gan apalagi kalo jalan kaki bareng doi




2. Polusi Udara

 Di Indonesia, jumlah kendaraan di jalan raya sangat banyak, baik motor ataupun mobil. Tidak seperti di luar negeri yang masyarakatnya lebih memilih menggunakan moda transportasi umum.


Walaupun di luar negeri jumlah mobil pun cukup banyak, tetapi rata-rata mereka menggunakan mobil beremisi buang rendah, nggak kayak di sini gan kopaja atau angkot dari jaman orde baru sampe sekarang gak pernah diganti, mana asapnya pasti hitam kelam gitu . Gimana mau betah jalan kaki kalo di jalan “dikentutin” mulu ama angkot


3. Lalu-lintas Yang Nggak Teratur
Nggak perlu diragukan lagi kalo lalu-lintas di Indonesia itu memang semrawut, mulai dari nggak pake helm, kebut-kebutan, lawan arah, terobos lampu merah, sampe-sampe hak pejalan kaki pun diabaikan. Zebra cross dan trotoar yang seharusnya menjadi hak utama pejalan kaki, malah “dijajah” oleh para pemotor yang egois . Untuk menyeberang pun pejalan kaki lah yang harus mengalah untuk membiarkan kendaraan jalan duluan, apalagi kalo ada emak-emak naik motor


Kondisi ini jauh berbeda dengan di luar negeri, (cth: Jepang) dimana kendaraan selalu berhenti pada saat lampu merah menyala walaupun jalanan sangat sepi


4. Tata Kota Yang Amburadul
Mulai dari minimnya taman kota, ataupun fasilitas bagi pejalan kaki seperti city walk, hingga diserobotnya trotoar oleh para pedagang kaki lima ataupun lahan parkir liar membuat masyarakat ogah untuk berjalan kaki. Pun tidak jarang sampah menumpuk di pinggir jalan membuat pejalan kaki dan orang-orang di lingkungan sekitar tidak betah. Kalau trotoar disesaki pedagang dan jalanan dipenuhi pengendara arogan, masyarakat harus jalan kaki dimana?


Berbeda halnya dengan luar negeri dimana kotanya ditata dengan ciamik lengkap dengan bangku-bangku dan tempat sampah di sepanjang jalan, ditambah dengan banyaknya taman kota dan landscape yang menarik membuat masyarakat betah untuk berjalan kaki


5. Tingkat Kriminalitas Yang Tinggi
Siapa coba yang nggak takut kalo lagi enak-enak jalan kaki tiba-tiba dijambret/dicopet atau ditodong? Lagi enak duduk-duduk di pinggir jalan dateng pengamen/pengemis, atau misal aganwati lagi jalan kaki digoda disiul-siul oleh pemuda mupeng di pinggir jalan. Hal inilah yang menurut ane jadi salah satu faktor malasnya masyarakat untuk berjalan kaki.


Walaupun ane sendiri belum pernah ke Eropa, Jepang atau Amerika, menurut ane tingkat kriminalitas (di jalan) nggak setinggi di Indonesia, ya kan? (koreksi ane kalo ane salah)


Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/56cdd8a131e2e6e4758b456a